
Malam ini langitnya cerah, ya.
Tapi, bagaimana perasaan saudara kita di Palestina ketika melihat langit? Rudal dan bom bisa berjatuhan kapan saja.
Aku berjalan pulang, menyusuri ramainya kota Jogja. Penuh dengan lampu malam, dan suara kendaraan berlalu lalang.
Tapi, bagaimana ya kondisi saudara kita di Palestina malam ini? Bisa jadi sedang mengurus jenazah, atau sibuk berkemas untuk pergi dari tanah sendiri.
Aku mampir ke warung untuk membeli roti, teman untuk mengerjakan tugas malam ini. Huft, akhir-akhir ini tugas sangat menumpuk. Tapi ketika ingin mengeluh, lagi-lagi aku teringat mereka.
Bagaimana ya saudara kita di Palestina? Apa mereka bahkan bisa memakan roti? Apa mereka sempat untuk bersekolah?
Beberapa pekan terakhir, setiap yang kulakukan selalu mengingatkanku tentang mereka, saudara kita di Palestina.
Aku ingin merasa kasihan untuk mereka, tetapi yang seharusnya aku kasihani adalah diriku sendiri. Karena sebenarnya kitalah yang terjajah, bukan mereka. Karena kitalah yang tidak bisa berbuat apa-apa, bukan mereka.
Aku ingin menangis untuk mereka, tetapi yang seharusnya aku tangisi adalah diriku sendiri. Diriku yang katanya ingin berjuang untuk mereka, tetapi nyatanya belum bisa berbuat apa-apa. Diriku yang katanya ingin merdeka, tetapi nyatanya masih sulit keluar dari sistem “penguasa dunia”.
Aku takut. Apa yang nanti aku katakan kepada Allah, ketika mereka di akhirat bertanya, “Ya Allah, kemana umat-Mu ketika kami ditindas dan dibantai?”
Aku ingin menjawab, “Ya Allah, aku saat itu sedang berusaha…” padahal bohong. Apa benar aku sedang berusaha? Atau justru sedang terlena oleh dunia?
Maka mulai sekarang, aku akan berusaha. Karena usaha sekecil biji dzarrah, tetap akan dihitung oleh Allah. Maka mulai sekarang, aku akan memperbaiki diri. Karena jika Palestina tidak merdeka sekarang, berarti akan merdeka di masa mendatang.
Karena Rasulullah dan Para Sahabat saja mempersiapkan kemerdekaan Palestina selama belasan tahun. Bagaimana kita yang sangat tidak sebanding dengan mereka? Maka tugas kita bukanlah membebaskan Palestina sekarang, namun mempersiapkan generasi pembebas-nya.
Rahmaisya
14 November 2023, 21:30