Celakanya Berbohong Saat Bercanda

Celakanya Berbohong Saat Bercanda

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh. Pada kesempatan ini admin ingin membahas singkat salah satu larangan dalam bercanda gurau. Yuk simak!

Dalam bergaul dikeseharian, kita tentu tak lepas dari bercanda gurau pada saat bercakap dengan lawan bicara. Bercanda yang sebatas basa-basi maupun sebagai penghibur suasana hati.

Rasa lucu dalam bercanda bisa datang darimana saja. Ini perlu diperhatikan bahwa terkadang saat sedang bercanda, kita bisa saja tanpa sadar berbohong untuk memancing gelak tawa. Nauzubillah min zalik

Disebutkan dalam hadits HR. Abu Daud no. 4990 dan Tirmidzi no. 3315 :

وَيْلٌ لِلَّذِى يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

“Celakalah bagi yang berbicara lantas berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.”

Dusta atau berbohong dalam bercanda dilarang oleh Allah sebegaimana dusta yang sesungguhnya.

Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana agar kita terhindari dari berdusta pada saat bercanda? Yaitu dengan tidak memaksakan membuat orang lain tertawa dan hanya bercanda jika memang benar kebenarannya. Serta tentunya kita tidak boleh bercanda secara berlebihan.

لاَ يُؤْمِنُ الْعَبْدُ الإِيمَانَ كُلَّهُ حَتَّى يَتْرُكَ الْكَذِبَ فِى الْمُزَاحَةِ وَيَتْرُكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ صَادِقاً

“Seseorang tidak dikatakan beriman seluruhnya sampai ia meninggalkan dusta saat bercanda dan ia meninggalkan debat walau itu benar.” (HR. Ahmad 2: 352)

Sekian dulu dari admin, semoga kita termasuk diantara golongan orang-orang beriman. Aamiin



Leave a Reply

5 × 2 =