Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta

Kamu tahu, gimana rasanya ketika orang yang kamu cintai, ternyata mencintai orang lain? Gimana rasanya ketika orang yang kamu sayangi, ternyata tidak memiliki peringai yang baik?
Kamu pasti akan benci, berkurang rasa cintamu kepada dirinya.
Ya! Itulah yang dirasakan oleh Allah kepada hambanya.
Kekasih macam apakah yang membiarkan sosok yang ia cintai berbuat keburukan?

Lihatlah bagaimana ketika kekasihmu cemburu.
Ia bahkan melupakan sebab-sebab munculnya rasa cemburu itu, ia tidak sadar lagi bahwa rasa cemburu itu timbul sebagai refleksi dari cintanya kepadamu. Perhatikanlah dahsyatnya rasa yang hampir saja meruntuhkan dinding cinta dihatinya. Bahkan kamu tidak mengenali lagi pribadi kekasih yang begitu engkau kagumi itu.
Allah murka kawan! Ia Cemburu!
Tapi cemburunya Allah berbeda, janganlah kita maknai kecemburuan Allah sama dengan manusia, kecemburuan Allah karena hambanya melakukan sesuatu yang Allah haramkan atasnya.

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّ اللَّهَ يَغَارُ، وَغَيْرَةُ اللَّهِ أَنْ يَأْتِيَ المُؤْمِنُ مَا حَرَّمَ اللَّهُ
“Sesungguhnya Allah merasa cemburu. Dan seorang mukmin pun merasa cemburu. Adapun kecemburuan Allah itu akan bangkit tatkala seorang mukmin melakukan sesuatu yang Allah haramkan atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/28] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)

MasyaAllah, begitu besar cinta Allah pada kita.
Tak cukupkah cinta dari dzat yang Maha Besar itu, hingga kau berusaha mencari cinta yang haram? Kawan, jangan kau nodai cinta yang suci ini dengan Valentine.
Betapa menyedihkannya jika selama ini merasa diri beriman, tetapi membiarkan Dzat yang di imani itu Cemburu.
Bukankah itu kemunafikan?
Bukankah Jahannam itu bagi orang orang munafik?
Apa sekiranya yang difikirkan kekasihmu, jika ia menyuruhmu menutup auratmu lalu dirimu dengan ringan berkata “Insya Allah…” dan kamu tetap begitu.
Apa sekiranya jika dirimu terus menerus membuat kekasihmu cemburu, padahal kamu berkata mencintainya? dan kamu hanya bisa bersandar dan meminta tolong kepadanya?

Pahamilah bahwasannya, besarnya rasa cemburu itu berbanding lurus dengan besarnya cinta bahkan bisa melebihinya.
Pahamilah bahwa Tuhanmulah yang paling besar rasa cinta-Nya melebihi siapapun.
Dialah yang telah menakdirkan salah satu dari ribuan sel sperma dari ayah kita bertemu dengan sel telur ibu kita. Lalu sel telur itu dibuahi, menjelma menjadi segumpal daging lalu ditiupkan ruh kedalamnya hingga janin itu bergerak gerak.
Atas Cinta-Nyalah janin itu terlindungi dan tumbuh didalam Rahim hingga ia terlahir ke Dunia dengan lemah. Lalu Allah menguatkan tulang tulangnya, memberi bayi itu mata yang indah, pendengaran yang sempurna, tangan untuk membela tubuhnya, kaki untuk berjalan dan semua indra indra.
Atas Cinta-Nya lah kemudian makanan itu didatangkan melalui tangan tangan yang Dia kehendaki, hingga bayi itu tumbuh menjadi anak, menjadi remaja dan dewasa.

Atas kemurahan-Nya lah, sesosok manusia yang kemudian membangkang itu tetap terbangun dipagi hari..
Maha suci Allah..
Dia lah yang Maha Pemurah, yang telah memberi kesempatan dengan membangunkan kita kembali, membangunkan hamba hamba-Nya disetiap pagi agar mereka beribadah kepada Nya.
Dia lah yang Maha Pemaaf yang tetap membiarkan kekafiran dan kekufuran terus menodai Bumi-Nya yang indah, hingga masa yang ditentukan !

Semoga menjadi muhasabah diri.
Untukku dan sesiapa saja yang di izinkan Allah untuk membacanya.
Kita memang harus segera memahami kecemburuan Allah azza wajala yang di informasikan Rasulullah shalallahu alahi wassalam, agar kita bisa menghindarinya, sebelum cemburu itu berubah menjadi Murka..
Sebelum murka itu menemui kita di Neraka.
Astaghfirullahaladzim.. Allaadi Laa ilaaha illallahu. Huwwal hayyul qayyuum wa atubu Ilaih..



Leave a Reply

6 − two =